You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Desa Bukit Peninjauan II
Bukit Peninjauan II

Kec. Sukaraja, Kab. Seluma, Provinsi Bengkulu

Selamat datang diwebsite resmi Desa Bukit Peninjauan II kecamatan Sukaraja kabupaten seluma Kantor Desa Bukit Peninjauan II membuka pelayanan publik pada hari Senin - Jumat pukul 08.00 - 14:00 WIB

Wujud bentuk melestarikan Adat Budaya Seni Jawa, Pemerintah Desa Bukit Peninjauan II melaksanakan Pelatihan Seni Tari Jawa dan Kirab Temu Temanten

pemdes bukit peninjauan II 06 Agustus 2026 Dibaca 16 Kali
Wujud bentuk melestarikan Adat Budaya Seni Jawa, Pemerintah Desa Bukit Peninjauan II melaksanakan Pelatihan Seni Tari Jawa dan Kirab Temu Temanten

https://bukitpeninjauanii.desa.id// pada hari Rabu (05/08/2026) Pemerintah Desa Bukit Peninjauan II melaksanakan Pelatihan Seni Tari Jawa dan Kirab Temu Temanten bersama Lembaga Adat Desa Bukit Peninjauan II. Kegiatan ini dihadiri oleh Camat Kecamatan Sukaraja yang diwakili oleh Sekretaris Camat Sukaraja, Babinkamtipmas, Babinsa, BPD Desa Bukit Peninjauan II, Lembaga Adat , Tokoh Masyarakat, Tokoh Perempuan Desa Bukit Peninjauan II. 

Acara ini dibuka dengan Kata Sambutan oleh Kepala Desa Bukit Peninjauan II, beliau menyampaikan maksud dan tujuan dilaksanakannya kegiatan ini yakni mayoritas masyarakat desa kami ini merupakan transmigrasi dari pulau Jawa dan mayoritas warga Desa adalah asli bersuku jawa. setelah beberapa waktu lalu kami warga khususnya bersuku jawa diminta untuk mengikuti adat istiadat atau budaya serawai. namun pada dasarnya kami ini memang bertadisi jawa, sehingga akan sulit mengikuti adat istiadat asli disini. kegiatan ini sudah sering kami laksanakan ketika ada hajatan/resepsi pernikahan warga kita. ini termasuk cara melestarikan adat dan budaya kesenian asli jawa. kegiatan ini diharapkan nantinya akan di turunkan kepada generasi muda, sehingga kegiatan ini dapat tetap terlaksana dan dilestarikan. "Ujar Tamyiz, S.Pd"

Dilanjutkan dengan Kata sambutan dari Camat Sukaraja yang diwakili oleh Sekcam Sukaraja, beliau menyampaikan bahwasanya sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini. kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pembelajaran dan melestarikan adat/budaya masyarakat sekitar. Dengan mayoritas warga Desa Bukit Peninjauan II ini yakni memang suku jawa. sehingga nantinya desa ini juga memiliki ciri tersendiri yang dikenal oleh masyarakat luar. "Ujar Nul Mulyadi"

Kegiatan Selanjutnya pemaparan materi berkaitan dengan Seni Tari Jawa (Tari Gamyong) tari ini merupakan tari seperti tari persembahan yang ada di bengkulu ini, yakni tarian penyambutan tamu undangan. Kirab berarti berjalan bersama-sama atau beriringan layaknya sebuah pawai. Kirab manten berarti pasangan pengantin berjalan bersama diringi oleh sekelompok orang menuju suatu tempat. tradisi kirab manten diwujudkan dalam bentuk prosesi mengantar pengantin ke pelaminan. Jadi, pasangan pengantin akan berjalan diiringi oleh kedua orang tua masing-masing serta rombongan kerabat yang lain dan diantar masuk ke ruang resepsi hingga duduk di kursi pelaminan. Di dalam ruang resepsi, umumnya para tamu undangan sudah hadir dan menunggu untuk melihat datangnya pasangan pengantin. Karena itu proses kirab manten ini pun biasanya berlangsung sangat megah dengan iringan musik tradisional khas Jawa sehingga pengantin jadi pusat perhatian semua orang. Kirab manten umumnya dipimpin oleh seorang cucuk lampah. Detailnya, berikut urutan rombongan dalam prosesi kirab manten:

  • Cucuk lampah (1 orang)
  • Satrio sakembaran (2 orang perjaka)
  • Patah sakembaran (2 gadis kecil)
  • Putri domas (4, 6, atau 8 remaja putri)
  • Pasangan pengantin
  • Ibu dari kedua mempelai
  • Ayah dari kedua mempelai
  • Saudara kandung pengantin wanita (beserta pasangannya bila sudah menikah)
  • Saudara kandung pengantin pria (bersama pasangannya bila sudah menikah)

Cucuk lampah adalah pemimpin barisan dalam prosesi kirab manten, yaitu orang yang berjalan paling depan dan bertugas membuka jalan bagi pasangan pengantin dan rombongan di belakangannya.

Selain membuka jalan, cucuk lampah juga nantinya menuntun sekaligus mendudukkan kedua mempelai ke kursi pelaminan.

Satrio sakembaran atau satrio kembar adalah dua orang pemuda perjaka. Keduanya harus memiliki tinggi yang sama dan berusia sekitar 16-18 tahun.

Patah sakembaran adalah dua gadis kecil berusia sekitar 5-7 tahun yang biasanya dirias secara khusus. Kedua anak perempuan ini berjalan beriringan sambil membawa kipas. Terkadang juga membawa keranjang bunga melati untuk ditaburkan di sepanjang jalan selama kirab berlangsung. 

Setelah Penjelasan sedikit dilanjutkan dengan Praktik bersama Peserta tata cara Kirab Temu Temanten dan Seni Tari Gamyong.

Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2026 Pelaksanaan

APBDes 2026 Pendapatan

APBDes 2026 Pembelanjaan